Menjadi keinginan setiap orang tua agar anak-anak mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dengan menjalani proses tumbuh kembang yang baik, anak dapat memaksimalkan potensi dalam diri anak. Oleh karena itu, perlu adanya peran orang tua memperhatikan anak agar dapat menjalani proses tumbuh kembang yang sesuai. Dalam fase awal kehidupan anak, terdapat fase yang sangat penting dan berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, yaitu golden age atau periode usia emas.

Golden age atau periode usia emas merupakan waktu dimana otak anak mengalami perkembangan paling cepat dalam masa pertumbuhannya. Dalam masa awal pertumbuhan anak, beberapa penelitian menunjukan adanya lebih dari 100 miliar sel saraf yang berperan dalam masa pertumbuhan anak yang dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Pada fase ini, berlangsung perkembangan kematangan fungsi fisik dan psikis pada anak untuk merespon stimulasi dari lingkungan sekitarnya untuk mengembangkan kemampuan motorik, sosial bahasa dan psikis anak.

Periode usia emas anak dimulai dari tahun pertama kehidupan hingga anak berusia 5 tahun. Pada periode tersebut, orang tua sangat berperan penting untuk memberikan manfaat pengalaman pada anak dengan memberikan aktifitas yang diminati oleh anak. Pada periode ini, anak dapat mudah menerima stimulus yang diterima dari lingkungan disekitarnya. Pematangan fungsi fisik dan psikis anak pada fase ini membuat anak siap untuk merespon dan mewujudkannya semua tugas perkembangan yang diharapkan muncul di kehidupan sehari-hari.

Dalam periode ini, anak mesti dijauhkan dari faktor stres yang dapat menekan proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Paparan stres yang terlalu dini pada anak dapat mempengaruhi perkembangan kognitif, tingkah laku dan psikis anak sehingga mempengaruhi sifat anak ketika dewasa nanti.

Jenis permainan yang dapat menstimulus golden age

Dalam permainan yang dilakukan pada periode ini, kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak kasar (motorik kasar), kemampuan gerak halus (motorik halus), kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman. Stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak, terhadap ke empat aspek kemampuan dasar anak. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

PROGRAM STIMULASI SAMBIL BERMAIN DAN BELAJAR

Program stimulasi disusun dengan metode khusus yang dirancang oleh para profesional. Bermain dan belajar jadi menyenangkan dengan aktivitas playtime yang dikemas dalam bentuk aktivitas bermain. Terdapat 2 pilihan sesi, pagi (10:00-13:00) dan sesi siang (14:00-17:00).

SESI AKTIVITAS PLAYTIME

Hi Hello Baby Class

Usia 0-12 bulan: Menstimulasi kebutuhan, kemampuan, dan sensitifitas pada bayi | Melatih bagaimana orang tua memiliki interaksi yang baik terhadap bayi, terutama eye contact dan respon | Melatih kemampuan motorik halus dan kasar | Memberikan stimulasi dini melalui pengalaman sensori pada bayi.

kelas 0_1 kelas 0_2 kelas 0_3

0

HARGA UNTUK 8x PERTEMUAN @3JAM
MULAI DARI Rp. 1.200.000,-/BULAN

1

Twaddler PlayTime Class

Usia 13–24 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar.

kelas 1_1 kelas 1_2 kelas 1_3

Toddler PlayFun Class

Usia 25–36 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking.

kelas 2_1 kelas 2_2 kelas 2_3

2

3

PlaySmart Class

Usia 37–48 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak.

kelas 3_1 kelas 3_2 kelas 3_3

Play!Play!Play! Class

Usia 49–60 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak | Mendorong anak untuk memiliki critical thinking melalui eksperimen, observasi, investigasi, dan eksploras.

kelas 4_1 kelas 4_2 kelas 4_3

4

0

Hi Hello Baby Class

Usia 0-12 bulan: Menstimulasi kebutuhan, kemampuan, dan sensitifitas pada bayi | Melatih bagaimana orang tua memiliki interaksi yang baik terhadap bayi, terutama eye contact dan respon | Melatih kemampuan motorik halus dan kasar | Memberikan stimulasi dini melalui pengalaman sensori pada bayi.

kelas mob 0_1 kelas mob 0_2 kelas mob 0_3

1

Twaddler PlayTime Class

Usia 13–24 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar.

kelas mob 1_1 kelas mob 1_2 kelas mob 1_3

2

Toddler PlayFun Class

Usia 25–36 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking.

kelas mob 2_1 kelas mob 2_2 kelas mob 2_3

3

PlaySmart Class

Usia 37–48 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak.

kelas mob 3_1 kelas mob 3_2 kelas mob 3_3

4

Play!Play!Play! Class

Usia 49–60 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak | Mendorong anak untuk memiliki critical thinking melalui eksperimen, observasi, investigasi, dan eksploras.

kelas mob 4_1 kelas mob 4_2 kelas mob 4_3

ASPEK DAN TEMA AKTIFITAS PLAYTIME

Jenis permainan yang sesuai bagi anak dapat mengikuti tahapan perkembangan anak. Beberapa jenis permainan anak yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak antara lain yaitu :

  1. Usia anak 1-2 tahun: bermain eksplorasi panca indera

    Kemampuan fisik anak yang terus berkembang sehingga anak semakin tertarik untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar, seperti bermain cermin, petak umpet, meraba tekstur, sensory walk, bermain air, menebak suara, meniru suara, mengenal panca indera, meniru fungsi objek. Dalam proses ini, anak akan mulai mengenal berbagai jenis mainan dan belajar untuk memainkannya dengan caranya tersendiri. Pola permainan yang dilakukan oleh anak dimainkan bersama lingkungan terdekatnya seperti dengan anggota keluarganya.

  2. Usia anak 2-3 tahun: bermain konstruktif

    Pada usia ini, anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan permainan-permainan yang membuat beraneka macam bentuk, seperti menyusun balok atau bermain lego. Permainan tersebut digunakan sebagai sarana untuk melatih koordinasi motorik halus dan kesabarannya. Ketika anak mulai mendekati usia 3 tahun, anak akan mulai mengembangkan pembendaharaan kata-kata sehingga dapat diberikan permainan konsep hewan dan warna.

  3. Usia anak 3-4 tahun: bermain dengan aturan sederhana

    Kemampuan anak pada usia ini telah berkembang pesat, baik fungsi motorik tubuh anak maupun komunikasi anak. Anak pada usia ini kemampuan bicaranya juga bertambah sehingga dapat memulai bersosialisasi dengan teman yang sebaya untuk melakukan permainan secara berkelompok. Anak sudah mulai dapat dikenalkan berbagai permainan yang menggunakan aturan-aturan yang sederhana seperti bermain peran sehingga dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak, misalnya puzzle, balok, dan buku dengan cerita sederhana, juga diajarkan bermain sepeda. Karena itu, sepeda juga bisa menjadi salah satu mainan anak di usia ini. Ketika anak usia 3 tahun, sebaiknya memilih mainan yang bisa membantu anak untuk lebih fokus, dan melatihnya dalam segi kemandirian. Misalnya, pilih mainan anak yang bisa melatihnya mengancing baju, misalnya memakaikan baju untuk bonekanya. Orang tua di rumah juga sebaiknya ikut terlibat dalam bermain role play, karena anak-anak usia 3 tahun ini mulai senang bermain peran. Main masak-masakan, boleh. Atau main mobil-mobilan.

  4. Usia anak 4-5 tahun

    Pada usia ini, anak mulai aktif bersosialisasi sehingga anak mulai rajin mencari teman dan berperan aktif dalam permainan. Anak pada usia ini akan memilih teman yang menunjukkan minat yang sama besar dan memilih permainan yang memiliki unsur kompetitif seperti sepak bola, adu lari, adu kelereng dan lain-lain.

Pentingnya stimulasi dini pada golden age

Stimulasi dini pada anak dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak sesuai dengan proses perkembangan otak anak. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir secara terus menerus tersebut dapat memacu kecerdasan anak dalam berbagai aspek. Mulai dari logika matematika, kematangan emosi, kemampuan berkomunikasi dan berbahasa, kecerdasan musikal, gerak, visuospasial, seni rupa, dan lain-lain.

Recent Articles