Setiap pertemuan antar orang tua di lingkungan sekitar tak terlepas dari perbincangan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak-anaknya. Kadang-kadang terdengar beberapa pertanyaan yang muncul diantara beberapa orang tua, seperti: “Sudah usia 2 tahun, tapi baru bisa mengucapkan ‘mama’ dan ‘papa’, Itu normalkah?”; “Si kecil belum bisa menyebutkan menyebutkan benda-benda, padahal usianya mau 2 tahun, Kenapa, ya?”.

Hal tersebut menjadi kekhawatiran bagi orang tua mengenai perkembangan kemampuan bicara anaknya bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Namun, kekhawatiran tersebut harus dipahami sebagai bentuk perkembangan kesiapan otak anak dan dapat diatasi karena kemampuan otak anak untuk berkembang masih dapat mengejar kemampuan anak-anak lainnya. Keterlambatan kemampuan bicara pada anak-anak sering disebut sebagai speech delay.

Speech delay atau keterlambatan bicara merupakan bentuk keterlambatan dalam perkembangan atau mekanisme seseorang untuk mengeluarkan suara. Speech delay sering terjadi pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang berhubungan dengan kesiapan otak dapat diakibatkan oleh kurangnya interaksi antara anak dan orang tua. Dalam kondisi lebih serius, speech delay dapat menunjukkan adanya gangguan pendengaran hingga gangguan mental pada anak.

Speech delay dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak-anak sehingga mengakibatkan kesulitan untuk berkomunikasi dan mengekspresikan keinginannya kepada orang lain. Hal ini akan menyulitkan orang tua untuk memahami keinginan buah hatinya. Deteksi yang lebih dini dapat membantu perkembangan anak untuk mengejar ketertinggalan dalam hal kemampuan berbicara.

Speech delay dapat berhubungan dengan keterlambatan kemampuan dalam berbahasa dan berbicara pada masa perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Terdapat perbedaan diantara keterlambatan kemampuan berbahasa dan berbicara. Keterlambatan berbahasa berhubungan dengan kemampuan untuk menyatakan isi pikiran atau menyerap informasi dari lingkungan, sedangkan keterlambatan berbicara berhubungan dengan kemampuan untuk mengucapkan, mengeluarkan suara atau melafalkan suatu kata.

Kemampuan setiap anak untuk berbicara berbeda-beda sehingga sulit untuk menyamakan kemampuan seorang anak dengan anak lainnya. Hal ini dikarenakan bentuk kesiapan otak setiap anak berbeda. Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat membantu mengukur perkembangan kemampuan berbicara anak. Tanda-tanda tersebut antara lain:

  • Pada usia hingga 1 tahun, anak dapat mengucapkan kata yang menunjukkan kedua orang tuanya seperti kata ‘mama’ dan ‘papa’
  • Pada usia 1-2 tahun, anak dapat menunjuk ke arah orang tuanya dan merespon ketika namanya dipanggil.
  • Pada usia 2 tahun, anak dapat menunjuk benda atau mengucapkan 2-3 kata, interaksi dengan bicara dengan bentuk komunikasi sederhana.

PROGRAM STIMULASI SAMBIL BERMAIN DAN BELAJAR

Program stimulasi disusun dengan metode khusus yang dirancang oleh para profesional. Bermain dan belajar jadi menyenangkan dengan aktivitas playtime yang dikemas dalam bentuk aktivitas bermain. Terdapat 2 pilihan sesi, pagi (10:00-13:00) dan sesi siang (14:00-17:00).

SESI AKTIVITAS PLAYTIME

Hi Hello Baby Class

Usia 0-12 bulan: Menstimulasi kebutuhan, kemampuan, dan sensitifitas pada bayi | Melatih bagaimana orang tua memiliki interaksi yang baik terhadap bayi, terutama eye contact dan respon | Melatih kemampuan motorik halus dan kasar | Memberikan stimulasi dini melalui pengalaman sensori pada bayi.

kelas 0_1 kelas 0_2 kelas 0_3

0

HARGA UNTUK 8x PERTEMUAN @3JAM
MULAI DARI Rp. 1.200.000,-/BULAN

1

Twaddler PlayTime Class

Usia 13–24 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar.

kelas 1_1 kelas 1_2 kelas 1_3

Toddler PlayFun Class

Usia 25–36 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking.

kelas 2_1 kelas 2_2 kelas 2_3

2

3

PlaySmart Class

Usia 37–48 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak.

kelas 3_1 kelas 3_2 kelas 3_3

Play!Play!Play! Class

Usia 49–60 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak | Mendorong anak untuk memiliki critical thinking melalui eksperimen, observasi, investigasi, dan eksploras.

kelas 4_1 kelas 4_2 kelas 4_3

4

0

Hi Hello Baby Class

Usia 0-12 bulan: Menstimulasi kebutuhan, kemampuan, dan sensitifitas pada bayi | Melatih bagaimana orang tua memiliki interaksi yang baik terhadap bayi, terutama eye contact dan respon | Melatih kemampuan motorik halus dan kasar | Memberikan stimulasi dini melalui pengalaman sensori pada bayi.

kelas mob 0_1 kelas mob 0_2 kelas mob 0_3

1

Twaddler PlayTime Class

Usia 13–24 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar.

kelas mob 1_1 kelas mob 1_2 kelas mob 1_3

2

Toddler PlayFun Class

Usia 25–36 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking.

kelas mob 2_1 kelas mob 2_2 kelas mob 2_3

3

PlaySmart Class

Usia 37–48 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak.

kelas mob 3_1 kelas mob 3_2 kelas mob 3_3

4

Play!Play!Play! Class

Usia 49–60 bulan: Memberikan stimulasi dini melalui bermain untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreatifitas, kognitif, dan sosial emosi pada anak | Stimulasi fisik, motorik halus, dan motorik kasar | Melatih problem solving skills dan creative thinking | Melatih regulasi emosi pada anak | Mendorong anak untuk memiliki critical thinking melalui eksperimen, observasi, investigasi, dan eksploras.

kelas mob 4_1 kelas mob 4_2 kelas mob 4_3

ASPEK DAN TEMA AKTIFITAS PLAYTIME

Beberapa ciri-ciri dari speech delay yang dapat terjadi pada anak antara lain yaitu :

  1. Pada usia hingga 12 bulan tidak dapat mengucapkan kata yang menunjuk orang tua
  2. Pada usia hingga 18 bulan tidak dapat menunjuk suatu benda atau mengucapkan 3 kata
  3. Pada usia 2-2,5 tahun tidak dapat merespon secara verbal atau gerakan ketika dipanggil

Selain itu, di masa pertumbuhan anak dapat terjadi gejala-gejala dari speech delay seperti :

  1. Jarang berbicara
  2. Kesulitan merangkai kata untuk membentuk kalimat
  3. Tidak mampu bercerita, hanya mampu mengeluarkan dua kosa kata
  4. Frustasi saat berbicara
  5. Sering mengambil jeda saat berbicara

Setiap anak berbeda dalam mengembangkan kemampuan untuk berbicara, sehingga orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Deteksi lebih dini dengan sering menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak dapat membantu perkembangan kemampuan bicara. Bila ada masalah yang muncul mengenai kemampuan bicara anak, orang tua dapat segera di periksa untuk mengetahui latar belakang penyebabnya supaya dapat segera dilakukan stimulasi dini.

Intervensi awal

Umumnya, speech delay yang terjadi pada anak dapat diakibatkan oleh kurangnya stimulasi oleh orang tua untuk berinteraksi dengan anak sehingga untuk mengembangkan kemampuan bicara anak, orang tua cukup lebih sering bersama dengan anak untuk menstimulus anak lebih aktif berbicara. Dorongan orang tua dengan apresiasi yang positif dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk semakin mengembangkan kemampuan bicaranya.

Recent Articles